The Panturas Rilis Video Musik Lagu Queen of the South

The Panturas Rilis Video Musik Lagu Queen of the South

The Panturas Rilis Video Musik Lagu Queen of the South

The Panturas Rilis Video Musik Lagu Queen of the South,- Grup band The Panturas menelurkan video klip terbaru untuk singel bertajuk “ Queen Of The South” yang dapat disaksikan di YouTube. The Panturas mengatakan mereka sengaja merilis video musik itu untuk menghibur para fans dan masyarakat yang berdiam di rumah.

“Menindaklanjuti situasi terkini, kami sepakat menghibur kawan-kawan yang beberapa hari ini berinisiatif berdiam di rumah untuk mengurangi penyebaran virus,” tulis The Panturas di akun Instagram-nya seperti dikutip Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Tribute untuk Mocca, The Panturas Aransemen Ulang You and Me Againts The World

“Bekerja sama dengan @gerombolanstruzzo dan @authenticity_id video klip Queen of The South kini dapat kalian tonton di channel Youtube kami. Tarik selimut, nyalakan laptop, selamat menonton. Jangan lupa minum air putih, cuci tangan dan jaga kesehatan,” tulisnya lagi. Video musik berdurasi empat menit itu dibintangi oleh artis peran Jefri Nichol.

Video musik itu bertema film horor jadul ditampilkan dengan visualisasi yang kocak dan aktraktif. Di dalamnya ditampilkan adegan Jefri Nichol mengeluarkan serangan cahaya dari tangannya.

“Queen Of The South” sebenarnya sudah dirilis pada 2018 lalu. Singel “Queen Of The South” berkisah tentang legenda Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.

Band surf rock asal Bandung, The Panturas mengapresiasi kinerja Susi Pudjiastuti saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan dalam dua periode kemarin. Sebagai bentuk apresiasi itu, The Panturas membuat sebuah lagu instrumentalia berjudul “ Tenggelamkan”.

Alasan buat lagu “Tenggelamkan”, manajer The Panturas, Iksal Rizqi Harizal, bercerita mengenai lagu yang dibuat band yang digawangi oleh Abyan, Gogon, Rizal, dan Kuya ini.

“Itu sebenarnya (lagu Tenggelamkan) dua tahun yang lalu, 2017an. Terus masuk ke mini album pertama kami namanya Mabuk Laut, rilis April atau Februari awal sekitar itulah,” kata Iksal.

Dalam album tersebut terdapat dua lagu instrumentalia, yakni “Pergi Tanpa Pesan”, versi remix lagu milik musisi surf rock tahun 1970-an, dan “Tenggelamkan”.

“Satu lagi kita bikin instrumental enggak tahu gimana proses kreatifnya, karena Bu Susi awal-awal menjabat kan, sepak terjangnya apa segala macam, terus ada jargon ‘Tenggelamkan’,” sambung Iksal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *