Kualitas Film Asia Bergerak Menggeser Dominasi Hollywood

Kualitas Film Asia Bergerak Menggeser Dominasi Hollywood

Kualitas Film Asia Bergerak Menggeser Dominasi Hollywood

Kualitas Film Asia Bergerak Menggeser Dominasi Hollywood – Film Crazy Rich Asians, yang diadaptasi dari novel karya Kevin Kwan, menjadi film blockbuster Amerika pertama yang semua tokohnya diperankan orang-orang Asia. Film tersebut bahkan menghasilkan pendapatan kurang lebih Rp3,7 triliun.

Tak lama setelah Crazy Rich Asians ditayangkan, masyarakat dunia dikagetkan dengan kemenangan lagi oleh film Korea Selatan, Parasite, pada ajang Piala Oscar download idnplay versi baru awal tahun ini. Ini menjadi pertama kalinya film Asia menang dalam ajang penghargaan bergengsi di dunia tersebut.

Kesuksesan Parasite di dunia juga mengerek pamor dua film pendek garapan sutradara Bong Joon-ho yang membuatnya terkenal di Korsel, yakni Incoherence yang dirilis 1994 dan Influenza terbitan 2004. Kedua film tersebut menerima sambutan hangat di Festival Film Korea.

Lantas apakah kekuatan film akhirnya bergeser ke Timur?

Melansir BBC, Kamis (12/11/2020) Direktur Bidang Artistik para Festival Film Internasional Makau, Mike Goodridge mengatakan China resmi menjadi pasar film terbesar di dunia.

“Ada 1,3 miliar orang di sana dan jumlah tersebut jauh di atas pasar AS. Anda bisa menantikan film hits berskala raksasa keluar dari Chinafilm-film yang hampir mendulang USD1 miliar di China saja,” tuturnya.

Tak hanya sampai disitu, Goodridge menambahkan dominasi film Asia pun kini dapat terlihat di platform streaming. Ketika mereka mencari pelanggan di sebuah negara, mereka juga harus membuat film lokal.

“Film-film Marvel tidak bisa begitu saja dilempar ke penonton. Harus ada film buatan lokal dan TV. Mereka menginginkan kisah mereka sendiri. Sehingga perusahaan-perusahaan AS ini menaruh uang pada pembuatan konten di seluruh Asia, termasuk mendirikan pusat di Singapura,” papar Goodridge.

“Pergeseran ini bertepatan dengan pandemi. Kita tidak lagi melihat banyak film Hollywood karena film-film itu ditunda, sehingga para penonton di rumah banyak berfokus pada TV atau film berbahasa asing yang menarik dan tidak pernah ditonton sebelumnya. Kita menjadi lebih terbuka pada teks terjemahan,” jelasnya.