Film Horor Asia Paling Seram, Kamu Berani Nonton Sendiri?

Film Horor Asia Paling Seram, Kamu Berani Nonton Sendiri?

Film Horor Asia Paling Seram, Kamu Berani Nonton Sendiri?

Film Horor Asia Paling Seram – Negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, bahkan Thailand, enggak kalah jago dalam hal bikin film horor. Enggak selalu mengandalkan jump scare, sosok hantu yang muncul bentuknya pun sudah semakin nyata.

Nah, buat kamu yang suka banget sama film horor, berikut kita kasih rekomendasi film-film Asia yang paling serem dan bisa ditonton ramai-ramai. Yuk simak ulasan Daftar Poker IDNPlay berikut ini.

1. Wishing Stairs  

Yoon Jin Sung dan Kim So Hee adalah dua sahabat dekat. Dalam ekskul balet, keduanya terpaksa bersaing untuk merebut satu pemenang beasiswa di Eropa. Singkat cerita, So Hee terpilih meraih beasiswa tersebut.

Dikuasai rasa iri, Jin Sung menuruti saran temannya, Hye Joo, untuk menaiki tangga keramat dekat pagar sekolah. Setelah menginjak tangga ke-29, ia dapat mengajukan permintaan dengan sungguh-sungguh agar terpilih menjadi balerina. Permintaan Jin Sung terkabul.

So Hee gagal meraih beasiswa karena jatuh dari tangga, tidak bisa balet lagi dan mengakhiri hidupnya. Selanjutnya, Jin Sung harus melewati babak kehidupan penuh penderitaan, karena So Hee setiap hari meminta pertanggungjawaban dari sahabat yang mencelakainya. Bagaimana cara Jin Sung lepas dari belenggu hantu So Hee?

2. The Second Coming  

The Second Coming merupakan film horror 3 dimensi mengenai rahasia keluarga yang kelam. Pada tahun 1960an, Jen (Maggie Shiu) dan Ming (Kenny Wong) mengadu nasib ke Hongkong dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kejadian naas menimpa Jen. Ia diperkosa saat sedang bekerja di tempat karaoke. Jen berusaha menggugurkan kandungannya karena berbagai tekanan. Bukannya berhasil menggugurkan, Jen justru mengalami pendarahan yang mengakibatkan dirinya dilarikan ke rumah sakit.

Semua hal indah di keluarga ini seketika berubah ketika Lucy berulang tahun yang ke-14. Lucy tiba-tiba saja bertingkah laku aneh dan membahayakan keluarganya sendiri. Apa yang terjadi pada Lucy ternyata masih berhubungan dengan peristiwa masa lalu. Kejadian ini membuat keluarga Jen dan Ming menjadi berantakan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Lucy? Mampukah Jen dan Ming mengembalikan keadaan menjadi normal kembali?

3. The Inerasable  

Bermula dengan seorang penulis novel misteri bernama I (Yuko Takeuchi) yang menerima surat dari penggemarnya. Kubo (Ai Hashimoto) mengirimkan surat karena merasa ada yang aneh dengan apartemen yang ia tinggali. Kubo berharap I dapat membantu Kubo untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Merasa tertantang dan penasaran dengan isi surat Kubo, I pun mendatangi tempat tersebut. Tidak semudah itu bagi I dan Kubo dalam mengungkap misteri. Ada cerita kelam seperti dendam, pembunuhan dan bunuh diri yang ternyata menyelimutinya.

Kamu akan dibuat penasaran dengan petualangan I dan Kubo. Belum lagi alur film yang tidak terduga akan membuat penonton sulit menerka bagian akhir dari film ini.

4. Ladda Land 

Tidak ada yang akan menyangka pengalaman pindah ke rumah baru berubah menjadi mimpi buruk. Thee (Saharat Sangkapreecha) memboyong keluarganya untuk pindah dari Bangkok ke Laddaland, yang berlokasi di Chiang Mai. Sayangnya, kepindahan ini tidak mendapatkan respon yang baik dari keluarganya, termasuk Nan (Sutatta Udomsilp) anak perempuan mereka.

Laddaland terlihat seperti perumahan pada umumnya yang tenang. Namun, hal tak terduga terjadi. Seorang pembantu asal Burma pernah dibunuh secara brutal di rumah tetangga mereka. Semenjak itu, ada banyak kejadian ganjil yang mulai terjadi di Laddaland.

Parn (Piyathida Woramusik), istri Thee menjadi tidak nyaman untuk tinggal di pemukiman tersebut. Semakin hari, jumlah penduduk yang tinggal di Laddaland juga semakin berkurang. Namun anehnya, Thee masih dapat merasakan keramaian penduduk sekitar.

5. Oo Nina Bobo 

Peristiwa pembantaian satu keluarga menyisakan seorang anak usia enam tahun di rumahnya. Ryan (Firman Ferdiansyah) harus tinggal di panti karena dianggap mengalami Post Traumativ Stress Disorder (PTSD).

Lima tahun kemudian, Karina, seorang psikiater (Revalina S Temat) menjadikan Ryan sebagai objek penelitiannya. Ia membawa bocah itu kembali ke rumah keramat itu. Di tempat itu, Ryan mengalami mimpi buruk.

Karina pun meniru nyanyian yang sering disenandungkan Ibu Ryan untuk menenangkannya, yaitu menyanyikan lagu Nina Bobo. Tanpa ia tahu, lagu ini membangkitkan segala sesuatu yang ada di rumah tersebut, dan berhubungan dengan peristiwa pembunuhan beberapa tahun silam.