Bunuh Orang Kulit Hitam

Bunuh Orang Kulit Hitam

Corona Bunuh Orang Kulit Hitam dalam Skala Besar

Corona Bunuh Orang Kulit Hitam dalam Skala Besar – Beyonce Knowles mengatakan bahwa wabah virus corona telah membunuh dan mengancam orang kulit hitam di Amerika Serikat dalam skala besar hingga masuk taraf mengkhawatirkan.

Di sela konser One World: Together at Home pada Minggu, Beyonce menyatakan bahwa dalam masa pandemi Covid-19, yang berisiko tinggi bukan hanya pekerja medis, tapi juga para pekerja industri makanan, kurir, dan karyawan sanitasi.

Ia kemudian berkata, “Mereka yang sudah punya masalah kesehatan sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi. Virus ini membunuh orang kulit hitam dalam jumlah besar di Amerika.”

Di akhir pernyataannya di sela konser Daftar IDNPlay 99, Beyonce meminta semua orang untuk tetap sabar di tengah pandemi dan berdoa bagi para tim medis yang berada di garda depan dalam upaya penanggulangan wabah virus corona.

Koleksi fesyen terbaru dari kolaborasi antara Beyonce dan Adidas membuat heboh jagat maya pada akhir pekan ini. Kehebohan terjadi karena koleksi tersebut dirilis sehari lebih cepat dari jadwal semestinya.

Adidas menandatangani perjanjian untuk menjadikan Beyoncé salah satu mitra lini fesyen selebriti terbaru mereka sejak April tahun lalu. Wajah Beyoncé terpampang di seluruh situs Adidas pada sore hari. Saat diklik, calon pembeli diberi informasi mengenai aturan pembelian koleksi Ivy Park x Adidas.

“Ini adalah rilis terbatas,” pesan munculan menyatakan. “Kamu sedang antre untuk koleksi adidas x IVY PARK yang baru. Harap tunggu kesempatanmu untuk berbelanja. Pastikan kamu tahu barang-barang yang kamu minati – kami berharap untuk menjual dengan cepat.”

Pengguna ponsel pintar diarahkan ke layar “ruang tunggu” yang terpisah. “Kami hampir siap untuk meluncurkan adidas x IVY PARK – persiapan akhir sedang dilakukan untuk memastikan penjualan itu adil dan bebas dari bot,” bunyi pesan tersebut.

Mereka yang sudah punya masalah kesehatan

Beberapa penggemar melaporkan di media sosial bahwa mereka kesulitan membeli koleksi tersebut, namun beberapa ada yang berhasil membelinya. “Saya memilikinya!” cuit seorang Beyhive di Twitter.

Kolaborasi desain pakaian dan sepatu terbatas dari label fesyen Beyonce, Ivy Park, dan Adidas dirilis pada Jumat beberapa jam sebelum tanggal rilis yang dijadwalkan pada Sabtu dan langsung memulai kehebohan di media sosial.

One World: Together at Home sendiri merupakan konser virtual gagasan Global Citizen dan didukung Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tak hanya Beyonce, konser ini juga dimeriahkan oleh sederet artis papan atas hasil kurasi Lady Gaga, mulai dari SuperM, Taylor Swift, Celine Dion, Shawn Mendes, Camila Cabello, Jennifer Lopez, Alicia Keys, Sam Smith, Usher, dan Pharrell Williams.

Ada pula Paul McCartney, Andrea Bocelli, Billie Eilish, Billie Joe Armstrong, Burna Boy, Chris Martin, David Beckham, Eddie Vedder, Elton John, Finneas, serta Idris dan Sabrina Elba.

Musisi dan artis lain seperti J Balvin, John Legend, Kacey Musgraves, Keith Urban, Kerry Washington, Lang Lang, Lizzo, Maluma, Priyanka Chopra Jonas, Shah Rukh Khan, dan Stevie Wonder juga tampil dalam acara utama.

Mereka yang menonton dapat memberikan donasi melalui situs Global Citizen. Hingga Minggu malam, dana yang terkumpul mencapai nyaris US$128 juta atau setara 1,9 miliar.

“Tolong lindungi diri kalian sendiri. Kita satu keluarga dan kami butuh kalian. Kami butuh suara kalian, kemampuan kalian, dan kekuatan kalian di seluruh dunia,” tutur Beyonce.

Merujuk pada data teranyar, Beyonce mengatakan bahwa 57 persen kematian akibat pandemi Covid-19 di kampung halamannya di Houston Texas berasal dari komunitas Afrika-Amerika.

“Mereka tak bisa bekerja di rumah. Kami berterima kasih. Orang kulit hitam di Amerika juga menjadi bagian penting dari kelas pekerja yang tak bisa bekerja dari rumah. Komunitas Afrika-Amerika dalam skala besar terkena dampak krisis ini,” ujarnya seperti dikutip NME.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *