Angklung Diajarkan di Universitas Yale, AS

Angklung Diajarkan di Universitas Yale AS

Bikin Bangga! Angklung Diajarkan di Universitas Yale, Amerika Serikat

Angklung Diajarkan di Universitas Yale, AS – Angklung merupakan alat musik tradisional Jawa Barat yang terbuat dari potongan bambu. Alat musik ini terdiri dari 2 sampai 4 tabung bambu yang dirangkai menjadi satu dengan tali rotan. Tabung bambu diukir detail dan dipotong sedemikian rupa untuk menghasilkan nada tertentu ketika bingkai bambu digoyang.

Kita patut bangga karena budaya dan bahasa kita ternyata banyak diakui oleh negara-negara besar di dunia. Bahkan, tak sedikit yang membawa budaya Indonesia tersebut ke negara mereka dan mengenalkannya ke generasi Millenials.

UNESCO telah menetapkan angklung sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Salah satu tempat yang masih melestarikan kebudayaan angklung adalah Saung Udjo. Di sanggar yang terletak di Kota Bandung ini, pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai jenis angklung, tapi juga belajar proses pembuatan angklung.

Di Universitas Yale Amerika Serikat, kita bisa mendengarkan sayup-sayup dentuman angklung yang di kelas Bahasa Indonesia Semester Kedua. Dentuman yang indah ini menandai dimulainya Program Bahasa dan Kebudayaan yang dilaksanakan kampus tersebut.

Sebanyak 30 mahasiswa berdatangan mengikuti kelas ini

Program Bahasa Indonesia ini diikuti sebanyak 30 mahasiswa Universitas Yale. yang terbagi dalam dua kelas. Dalam lima pertemuan pembelajaran angklung, para mahasiswa akan belajar mengenai materi lagu sederhana seperti Twinkle-Twinkle Little Star, All My Loving, Stand By Me, hingga America The Beautiful.  Menariknya lagi, para mahasiswa juga akan bermain lagu-lagu daerah yang terkenal seperti Cucak Rowo dan Pileleuyan.

Para profesional terjun langsung memberikan pengarahan

Program Bahasa dan Kebudayaan Indonesia tersebut diampuh langsung oleh para profesional di bidangnya. Salah satunya adalah Indriyo Suksmono. Sebagai pengajar Bahasa Indonesia di kampus tersebut tak pernah lupa menyisipkan pengajaran budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Keseriusan dalam mengenalkan budaya Indonesia di kampus tersebut juga terlihat dari diundangnya . Konduktor House of Angklung, Tricia Sumarijanto sebagai pemateri.

Tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang budaya angklung saja, namun para siswa diberikan materi pelajaran bahasa, pengetahuan umum geografis, dan budaya Indonesia. Hal ini sangat positif guna menambah informasi atau pengetahuan bagi mahasiswa untuk mengenal Indonesia dengan lebih dalam lagi.